Cerita Nikmat Terbaru 2018

Cerita Sex | Cerita Hot | Cerita Dewasa

Keenakan di Genjot Rudal Besar Penjaga Losmen

Cerita Sex Terbaru 2018, Cerita Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Sex Selingkuh, Cerita Sex Hot, Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex Nyata, Cerita Dewasa Bergambar, Kumpulan Cerita Sex Terbaru Dengan Judul – Keenakan di Genjot Rudal Besar Penjaga Losmen. Kisahnya bermula dari Suatu hari Ivan dan pacarnya citra menginap di sebuah losmen favorit di daerah wisata kota batu.

 

Cerita Sex

 

Ivan (26tahun) dan pacarnya Citra (23thn), mereka masih sama-sama duduk dibangku kuliah di sebuah universitas terkenal di kota malang. Pacar Ivan  memiliki paras yang cantik dengan dada dan pinggul yang bisa dibilang montok, ditunjang pula dengan tubuh yang langsing seperti model sehingga tak heran banyak teman-teman Ivan yang merasa sirik dan cemburu ketika Citra memutuskan untuk berpacaran dengan Ivan.

“Anjirrr Van, pacar loe bener-bener kayak bidadari dech.. udah cantik, baik pula, beruntung banget loe dapetin dia!” hampir teman-teman Ivan bilang begitu… Setiap liburan mereka sering menginap di sebuah losmen favorit mereka di daerah wisata  di daerah kota batu.

Tanpa sadar setiap mereka menginap di villa itu ada sepasang mata yang selalu mengawasi mereka terutama Citra. Sebut saja Budi (44) suami dari Ratih (38) perawat villa yang biasa mengantarkan handuk bersih dan sabun setiap ada tamu yang datang. Budi berkerja sebagai penjaga gerbang divilla itu. Dan Budi sangat hafal hari dan jam berapa Ivan dan Citra datang. Sore itu Ratih sudah berkemas-kemas karena ada keluarganya yang sakit di Surabaya.

Namun karena ada tamu datang dia ingin menyiapkan keperluan tamunya dulu. Disinilah niat jahat Budi muncul, Karena sebenarnya Budi sudah lama terpesona dengan kemolekan tubuh Citra. Ketika Ratih hendak mengantarkan keperluan tamunnya dengan sigap Budi menghentikannya.

“Bu’e berangkat saja…nanti kemaleman dijalan, biar saya saja yang mengantarkan keperluan tamu”, ujar Budi.

“Baiklah pa’e..titip rumah sama villa ya..bu’e sama Tole (anak laki-lakinyanya) paling cuma pergi 2 hari”, dan tdk lama setelah itu Ratih pulang kerumah yang memang berada dibelakang villa untuk kemudian pergi. Budi pun tersenyum lebar mendengar ucapan Ratih.

Sementara itu didalam kamar Ivan sedang memeriksa kado yang memang sudah dibawanya. Hari itu Citra memang sedang berulang tahun dan Ivan bermaksud ingin memberikan kejutan kepada Citra.

” Yank aku punya kado special nih buat kamu ” sambil menunjukan sebuah bungkasan kecil kepada Citra.

” Apa itu Yank…? ” Tanya Citra sambil tersenyum.

” Wah tapi ada saratnya nih “. Jawab Ivan.

” Apa sih syaratnya? kamu bikin penasaran aja dech” ujar Citra.

” Mata kamu harus ditutup dulu dan jgn dibuka sampai aku yang bukain “.

” OKe..!! “jawab Citra bersemangat.

Setelah menutup rapat mata Citra , Ivan berniat memasangkan cincin ketika Citra sedang bugil, dan mereka dikelilingi lilin ketika bercinta. Ketika sedang asik dengan lili-lilinnnya Ivan terkejut mendengar suara pintu kamar mereka diketuk.

” Sebentar ya yank itu paling Bu Ratih nganterin handuk sama sabun ” ujar Ivan. Mendengar ucapan Ivan, Citra hanya menganggukan kepalanya.

Sempet kaget juga pas membuka pintu yang mengantarkan bukannya Bu Ratih tapi malah Pak Budi.

“Loh kok malah Bapak yang nganterin ??”, tanya Ivan bingung.

“Iya mas istri baru saja menjenguk sodaranya yang sakit diSurabaya, karena takut kemalaman makanya biar saya saja yang mengantarkan”, jawab Budi ramah.

Ketika sedang memberikan handuknya, tiba-tiba saja Budi langsung mendekap tubuh Ivan yang memang lebih kecil dari belakang. Lalu leher bagian belakang Ivan dipukul dan seketika itu pula Ivan pingsan. Sebenarnya letak villa itu jauh dari keramaian dan sedikit terpencil, namun agar tdk menggangu aksi busuknya Budi mengikat tangan dan kaki Ivan juga tdk lupa menyumpal mulutnya dengan kertas dan diplester. Setelah merasa cukup aman Budi mengunci pintu dan mendudukan Ivan disebuah kursi yang dihadapkan kespring bed. Ketika melihat Citra yang duduk diranjang dngn mata tertutup Budi tampak senang

” Wah gak perlu susah payah ngentot nih anak, pasti dia pikir saya pacarnya ” ucap Budi dalam hati.

” Yank kok lama sih surprisenya?? ” tanya Citra semakin.

” Apa Surprise ?”. Senyum Budi semakin mengembang.

Budi Cuma diam dan dia langsung menghampiri Citra lalu coba membuka resleting jaketnya. Budi sangat terkejut setelah menanggalkan jaket Citra, Karena ternyata dia langsung bisa melihat dua bukit kembar sebesar jeruk bali hanya ditutupi bra sedikit trasnparan bewarna merah. Budi membantu Citra berdiri, karena yakin itu Ardi Citra mulai membuka bra dan jeans ketatnya. Budi pun semakin melenelan ludah dalam-dalam dan setengah tak percaya apa yang sedang dilihatnya.

“Mimpi apa aku semalem?” pikir Budi.

Citra coba merangkul dan mencium Budi karena dia pikir itu Ivan. Tapi buru-buru Budi menahan bibir mungil Citra “ssssssssttttttt,,,,,,”. Citra pun terdiam. Budi menuntun Citra berbaring diranjang dan mengikat kedua pergelangan tangannya diujung ranjang. Citra terlihat pasrah sambil berucap,

“aduuh yank kok pake diiket-iket segala sih, langsung kesurprisenya aja dong aku dah gak tahan nih…”. Mendengar suara Citra yang manja Budi langsung memulai menjilati kaki Citra yang sengaja tak diikatnya,

“ Sssshhh geli yank “

Citra mendesah merasakan ada lidah yang mengjilati seluruh kakinya. Desahan Citra semakin menjadi ketika lidah Budi mulai mengarah kepaha dan selangkangan.

Lidah Budi sempat terhenti didepan memek yang masih terbungkus G-string. Budi sedikit menggeser dan mulai memainkan lidahnya dibibir memek Citra.

Sesekali lidahnya dimasukan dalam-dalam ke memek yang memang jauh lebih wangi dibandingkan milik istrinya. Citra sedikit kaget ketika jari yang lebih besar mulai dimasukkan kedalam lobang nikmatnya. Tapi Citra hanya bisa menikmati perlakuan “terus yank..lebih dalam lagi”. Ujarnya semakin lirih karena birahinya mulai memuncak. Hampir 10 menit Budi menjilat klirotis dan mengocok memek Citra ketika tiba-tiba seluruh badan Citra menegang dan menyemburkan cairan kewajah Budi. Tubuh Citra masih lemas karena orgasme pertamanya ketika Budi bangun dan membuka seluruh pakainnya. Tamparan keras menyadarkan Ivan .

“ Hey bodoh jgn pingsan aja, kamu harus liat pacar kamu bakal ketagihan ngerasain rudal saya yang besar ini…hahaha”. kalimat itu yang dibisikan Budi ketelinga Ardi.

“ Hhmmmmppphhhh”. Cuma itu yang bisa Ivan ucapkan.

Ivan sempat terpaku ketika melihat ukuran penis Budi yang 3x lebih besar dibanding miliknya. Tampak pas dengan badan kekar dan hitamnya. Tapi Ivan hanya bisa menggoyang-goyangkan kursi sambil mengeluarkan suara-suara aneh dari mulutnya yang terhalang plester.

Tampak wajah penuh penolakan melihat sebentar lagi wanita yang sangat dikasihinya akan digenjot oleh pria lain yang memiliki penis 3x lipat lebih besar dari miliknya. Ivan hanya bisa pasrah menyaksikan peristiwa itu.

Ivan hanya bisa melihat dari samping ranjang dengan tangan dan kaki terikat serta mulut yang disumpal ketika Budi mulai menaiki ranjang melepas penutup terakhir di tubuh Citra. Budi melirik sambil tersenyum kearah Ivan ketika rudal miliknya digesek-gesekkan kememek Citra yang memang baru dicukur.

“ Ssssshhh Yank ayo dimasukin aku udah gatel banget nih “. Desah Citra.

Budi yang memang sudah sangat bernafsu mulai mencoba memasukan penisnya perlahan, baru topi bajanya yang masuk bibir memek & klirotis Citra sudah ikut tertarik kedalam .

4 sampai 5 kali dorongan barulah seluruh penis Budi menghilang ditelan memek sempit Citra.

” Aaaaaacchh “, erangan panjang dari mulut Citra. Dia sangat bingung kenapa penis Ivan bisa jadi sangat besar ,

“Apa ini surprise dari Ivan…? “ pikir Citra. Yang jelas ada sensasi yang jauh lebih nikmat dirasakan Citra ketika penis yang jauh lebih besar menyundul mulut rahimnya seakan-akan tdk ada tempat lagi dilobang memeknya.

“ Kok bisa lobang sesempit itu dimasukin penis sebesar itu???”, pikir Ivan.

Budi yang memang jauh lebih pengalaman coba memainkan birahi Citra. Sambil memejamkan mata dia hanya mendiamkan penis besarnya dilobang Citra. Dan saat merasa Citra sudah mulai bisa menerima barulah Budi memaju mundurkan pantatnya pelan-pelan.

“Aaachh sssshh”,hanya suara itu yang bisa Citra ucapkan.

Budi pun makin bersemangat mendengarkan desahan-desahan Citra. Melihat adegan ini tanpa sadar Batang Ardi menegang. Karena belum pernah Ivan melihat Citra digenjot pria lain didepan matanya.

Hampir 20 menit tubuh putih mulus Citra digarap Budi. Citra tampak lemas karena selama ditunggangi Budi sempet 2x Citra orgasme. Ivan sampai terheran-heran karena biasanya Citra jarang bisa orgasme.

Apalagi sering kali Ivan sudah keburu keluar ketika Citra baru mau sampai. Mengetahui Citra melemah Budi menghentikan gerakannya. Ada rasa lega tapi juga kehilangan dirasakan Citra ketika penis Budi dicabut dari lobangnya.

Memahami kelelahan Citra , kedua puting mungil Citra dihisap dalam-dalam oleh Budi. Lidah Budi perpetualang keseluruh dada dan leher Citra. Sambil sesekali Budi memasukan kepala penisnya ke lobang Citra. Terlihat bekas merah bekas cupangan Budi didaerah dada dan leher Citra. Menerima serangan ini birahi Citra kembali naik .

“Yank masukin lagi ya”

Ucapan terakhir Citra karena ketika Budi kembali menggenjot memek sempit Citra hanya rintihan dan erangan yang keluar dari bibir Citra. 5 menit berselah Budi masih terlalu perkasa sampai akhirnya terpikir oleh Budi untuk membuka penutup mata Citra agar dia tau bahwa yang sebenanya sedang menungganginya bukan pacarnya melainkan Lelaki biadab bernama Budi. Sambil menghisap puting Citra , Budi coba membuka kain yang digunakan untuk menutup matanya.

“Paaachh ooch jaanggannh’’.

Citra tak percaya apa yang sedang terjadi. Dihadapannya ada Bapak-bapak tua yang sedang mengerjainya.

“Ampuuunnhh paaacckh , suudaaahh “, pinta Citra memelas.

Saat matanya menatap Ivan tak berdaya ada rasa sedih tapi rasa itu berubah menjadi nikmat saat penis Budi terus menghujam memek yang selama ini hanya diberikan kepada Ivan. Citra juga kagum merasakan keperkasaan Budi karena sudah hampir 1 jam Citra digarap Budi belum ada tanda-tanda Budi mau mengeluarkan spermanya malahan Citra terus mengalami orgasme beruntun.

“Ssssshhhh aaaccch suuudaaah paaakkhh “, sesekali ucapan itu keluar saat serangan rudal raksasa milik Budi terus menerus diterimanya.

Sebenarnya Citra juga menikmati pergumulan itu hanya saja di selalu memalingkan wajahnya dari hadapan Ivan yang dari tadi memperhatikan mereka. Citra masih menjaga perasaan Ivan. Lagi-lagi Citra hampir mencapai puncak begitupun Budi, mengetahui hal itu Budi mempercepat gerakannya, tak hanya itu Budi juga membuka ikatan tangan Citra.

“Aakkuu keeeluuarrh paakhh” , Teriak Citra.

“ Iyaaa Saayaangg akkuu juuggaa..aaachhhh“.

Dan yang membuat Ivan sangat tercengang melihat kejadian itu , dimana tangan Citra yang sudah tdk terikat menekan erat-erat pantat Pak Budi seakan tau mau melepasnya ketika cairan hangat menyembur dari memek sempitnya.

Disaat yang sama Budi menumpahkan begitu banyak sperma di liang memek Citra, hal yang belum pernah dilakukan Ivan sebelumnya karna takut Citra hamil. Tapi memang birahi Citra yang sudah tdk terkontrol lagi Citra sudah tdk peduli akan hal itu. Ivan berpikir Citra juga menikmati perlakuan Budi terhadapnya. Dan yang lebih membuatnya cemburu sekaligus marah ketika sadar atau tdk Citra melumat Budi dengan penuh mesra dan tanpa paksaan layaknya suami istri yang kelelahan setelah habis-habissan bertarung diranjang. Setelah rudal Budi mulai mengecil barulah dia menariknya dan bangun. Citra tampak sangat kelelahan .

“ Nak cantik sekarang ayo kita mandi dan jangan melawan kalau masih mau selamat “ ujar Budi dengan nada mengancam. Citra sempat melihat Ivan dan bilang “ sorry honey “. Ardi pun hanya pasrah melihat Citra digiring kekamar mandi yang ada sudut kamar. Dan Ivan hanya bisa membayangkan apa yang bakalan terjadi disana. Akal bulus Budi tdk berhenti sampai disitu sesampainya dikamar mandi Budi teringat ucapan Citra tentang Surprise akhirnya dia coba menghasut Citra.

“ Maaf ya cantik, saya sebenernya tdk mau melakukan hal ini ke wanita baik-baik seperti kamu”.

Ujar Budi coba mempengaruhi Citra.

“ Tapi sebenarnya semua ini rencana pacar kamu itu. Dia meminta saya menjalankan kemauannya untuk membuat kejutan kepadamu”.

“Pacarmu bilang dia pengen ngeliat kamu dientot lelaki lain”. Budi memperjelas lagi.

“ Apaaa…!! Jadi ini scenarionya Ivan. Sial betul dia, memang aku cewek apaan..” Citra naik darah mulai terhasut kebohongan Budi.

“ Baiklah klo itu mau nya, dia akan melihat semuanya.” Ucap Citra lagi.

Citra yang emosi karena tipuan Budi berubah menjadi binal. Dia membuka pintu kamar mandi dan menarik Budi disudut kamar mandi. Dari arah itu Ivan dapat melihat dengan sangat jelas Citra dan Budi saling bertukar lidah sambil berpelukan mesra. Ivan pun semakin binggung melihat perubahan sikap Citra itu. Citra yang tadinya pendiam dan sempat iba melihat Ivan berubah menjadi binal dengan tatapan matanya seakan ingin menunjukan sesuatu kepada Ivan.

“ aaachhh enakkhh sayaaanghh “ ringis Budi keenakan ketika lidah Citra mulai menjalar keleher dan menghisap puting hitam Budi. Tidak berhenti sampai kesitu jilatan Citra mulai turun keselangkangan Budi. Penis besar itu mulai dihisap Citra, walau terlihat agak kesulitan tapi batang Budi bisa dihisapnya dalam-dalam sambil sesekali jilatannya diarah kan ke buah pelir Budi dengan lihai. Budi menarik Citra berdiri dan membalik tubuh sexy Citra menghadap ke pintu. Budi jongkok dan mulai menghisap rakus kemaluan Citra.

“ Yaa sayaanggh isaaaph teerrruuuzz sshhhh”, racau Citra mulai bangkit lagi birahinya.

Budi mulai kesetanan dia berdiri dan mulai memasukan batangnya kememek Citra.

“ Sssshhh ooohhh” Desah Citra saat seluruh batang Budi dimasukkan. Budi mulai menggenjot sambil tangannya meraba dan memutar-mutar kedua puting Citra dari belakang.

“Plok plok plok plok” terdengar suara dua kelamin yang beradu.

“Penis muuu enaaak sayaangg…teruuuzz entooot akuu…”. Budi tdk bisa menjawab karena tiba-tiba

Citra menengok kebelakang dan langsung menyambar bibir Budi. Citra yang birahinya sudah tak beraturan menahan gerakan Budi dan melepaskan kemaluaannya, kemudian menyuruh Budi duduk diclosed dan menaiki batang perkasa Budi. Bak penunggang Rodeo Citra bergoyang sangat liar.

15 menit berselang Budi mencoba berdiri sambil menggendong Citra dengan penis yang masih menancap. Dan tanpa aba-aba Budi menutup pintu kamar mandi untuk kemudian kembali mengerjai Citra sepuas hatinya. Ivan penasaran akan apa yang terjadi didalam sana. Hanya jeritan kenikmatan Citra dan Budi yang bisa didengar Ivan. Selama 40 menit didalam sana Ivan sempat mendengar beberapa kali Citra berteriak histeris menandakan lagi Citra mendapat orgasme beruntun dan terakhir Budi melenguh panjang. Ivan baru bisa bernafas lega ketika jeritan-jeritan tadi menghilang dan hanya terdengar suara kucuran shower menandakan 2 insan didalamnya sedang mandi bersama layaknya kekasih yang sedang kasmaran.

Budi dan Citra sudah berlilitkan handuk sekeluarnya dari sana. Citra menggandeng tangan Budi dan bilang “ sayang abis ini kita makan dulu yuk, aku laper nih…” ajak Citra manja. Budi menganggukan kepalanya sambil tersenyum. Kemudian mereka berpakaian , Citra sama sekali tdk melirik kearah Ivan seakan-akan hanya ada Citra dan Budi diruangan itu. Akhirnnya Ivan hanya bisa mendengar pintu ditutup dan suara motor yang mulai menjauh meninggalkannya sendiri. Udara kota Batu yang dingin membuat Ivan tertidur.

2 jam berselang Ivan masih tertidur diposisinya semula. Sampai akhirnya Ivan terbangun dan melihat Budi berjongkok membelakanginya sambil bibirnya menjelajahi seluruh kemaluan Citra yang duduk dipinggir ranjang sambil tangannya menjambak rambut Budi. Menyadari korbannya terbangun Budi menghentikan aktifitasnya.

“ Sayang aku mau liat dong , seberapa kuat laki-laki sialan ini “. Citra tersenyum seolah tau kemauan Budi dengan sigap Citra pun membuka celana Ivan dan langsung memasukan batang Ivan yang memang sudah berdiri melihat adegan Citra dan Budi barusan.

Tanpa komando Citra mulai bergoyang dipangkuan Ivan. Citra merasakan hambar karena batang Ivan memang tdk seperkasa milik Budi.

15 detik bertahan akhirnya Ivan mengeluarkan spermanya. Citra semakin mempercepatnya kocokannya tapi tersadar karena penis Ivan tiba-tiba menciut dan keluar sendiri dari lobang Citra. Sambil berdiri Citra membersihkan memeknya dengan handuk.

“ Ach bikin kotornya aja nih..!!! emang dasar cowo loyo…!!!”, Citra marah-marah.

Sambil tersenyum puas Budi mengampiri Ivan ,

“Hey tolol Cuma segitu kemampuanmu ?”. bentak Budi

“ Sekarang kamu liat bagaimana seharusnya memperlakukan wanita secantik ini” ucapnya terhadap Ivan.

Merasa tersanjung Citra pun memeluk mesra tubuh kekar Budi seraya berucap,

“ Ach sayang kamu bisa aja, ayo kita mulai lagi…aku dah gak tahan disodok punyamu yang perkasa ini, gak kaya punya cowo sialan itu…LOYO …!!!sambil menggengam batang Budi. Ivan Cuma semakin lemas dan pasrah mendengar ucapan Citra tadi.

Sepanjang malam itu Citra dan Budi menumpahkan birahinya diatas ranjang tentunya dihadapan Ivan. Semua posisi dicoba oleh Budi. Entah berapa kali Budi sudah memuncratkan spermanya dimemek sempit itu. Sedangkan Ivan juga berulang kali mendengar jeritan histeris dari Citra saat mendapatkan orgamse. Barulah sekitar pukul 3 pagi Citra tertidur dipelukan Budi. Ivan dapat melihat Budi dan Citra yang tdk berbusana ketika tertidur sambil berpelukan mesra layaknya suami istri yang kelelahan setelah bertarung habis-habisan diranjang. Ivan hanya bisa terdiam menyaksikan kejadian itu dan akhirnya Ivan pun tertidur tanpa bisa berbuat apa-apa.

Situs Poker Online Indonesia Terbaik Terpopuler Dan Terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cerita Nikmat Terbaru 2018 © 2018 Frontier Theme